Klub Tawa Ceria Sehat di Acara Dahsyat, RCTI (26 Januari 2016)

Sesi tentang Terapi Tawa dalam Dahsyat RCTI – Jumat, 29 Januari 2016 (10.00 s/d 1100). Penjelasan dan praktik singkat tentang terapi tawa dan manfaatnya. Terima kasih kepada kru Dahsyat RCTI, para host (Raffi Ahmad, Ayu Dewi, Denny Cagur, Ayu Dewi, Anwar, Felicya), dan Cherrybelle.

1 Menit Tertawa = 20 Menit Olahraga Ringan. Penonton dan Host diajak tertawa tanpa sebab sebagai terapi. Sudah terbukti bahwa dengan tertawa, yang merupakan obat alami dapat menyembuhkan atau membantu penyembuhan berbagai macam penyakit.

Terapi Tertawa adalah terapi yang sangat unik di Indonesia.

Terapi Tertawa ini berawal dari suatu program Meditasi dan juga terinspirasi dari Bapak Anand Krishna.

Video Terapi Tertawa dengan Cherrybelle

Cherrybelle + Host Dahsyat VS Tim Klub Tawa Ceria Sehat

Video Ayu Dewi menolak berpasangan dalam Terapi Tertawa dengan Raffi Ahmad

Klub Tawa Ceria Sehat di Metro TV (9 Januari 2013)

Klub Tawa Ceria Sehat (KTCS) mempunya moto Sehat, Sukses, Senang dan Sadar Selalu. Dan kita ketawa bukan karena bahagia, tetapi kita ingin bahagia, oleh karena itu kita tertawa. Dan tertawa di KTCS tidak perlu pakai alasan, gak usah nonton komedi atau melihat kejadian lucu. Koq bisa ???

Bisa dong… heheeheheh liat yuk di video atau datang saja ke Monas setiap dua minggu sekali.

Ketawa Dosis Tinggi alat KTCS bisa bikin
1. Awet Muda
2. Lepas dari ketergantungan Obat Terlarang
3. Mengurangi konsumsi obat-obatan
4. Menurunkan Stress
5. Tidak mudah emosi
6. Memperbaiki hubungan
7. Selalu ceria dan banyak teman
8. Mengurangi konstipasi atau sulit buang BAB
9. Otak kiri dan kanan jadi seimbang
10. Kerja jadi lebih kreatif dan produktif

 

Klub Tawa, Cara Sehat Hilangkan Stres dan Bikin Awet Muda

Klub Tawa, Cara Sehat Hilangkan Stres dan Bikin Awet Muda

Jakarta – Kapan terakhir Anda tertawa? Mungkin itu salah satu penyebab hidup Anda murung belakangan terakhir. Padahal dengan tertawa, diyakini bisa membuat stres hilang dan awet muda.

“Tertawa dapat meningkatkan produksi hormon endorphin. Semakin berlimpah zat penenang alami dalam tubuh kian mengendur ketegangan dalam syaraf otak,” kata salah satu fasilitator Klub Tawa Ceria Sehat (KTCS) Vesperina Maria Zacqueen Ujudeda dalam siaran pers yang diterima detikcom, Sabtu (26/1/2013).

KTCS berkumpul untuk tertawa bersama di lapangan Monas setiap dua minggu sekali. Aneka teknik tertawa disajikan dalam KTCS. Mulai dari tawa silaturahmi, singa mudra, tawa cibi-cibi, tawa uleg, tawa primata dan sebagainya.

Menurut Vesperina, semangat dan keceriaan ini musti terus disebarluaskan. “Satu menit tertawa manfaatnya sama dengan 20 menit olahraga ringan,” ujarnya.

Dalam satu event, KTCS selalu dimeriahkan dengan tarian, musik dan lagu. Selain agar suasana lebih hidup juga untuk menyebarluaskan enzim melatonin ke seluruh anggota badan, dari ujung kaki hingga kepala.

“Tepuk tangan merupakan cara sederhana untuk memijit 80 titik syaraf di telapak tangan,” ujar salah satu fasilitator KTCS lainnya, Lily Tanti Meilyawati.

Akhir pekan ini, KTCS menggelar acara tahunan di Magelang, Jawa Tengah dalam tajuk ‘Olahraga Tertawa-Global Harmony Now or Never’. Kegiatan diprakarsai oleh Anand Krishna Centre (AKC) Jogja, Solo, dan Semarang dan bekerjasama dengan Klub Jantung Sehat Anggrek.

Tertawa yuk…ha..ha..ha.

Sumber:
http://news.detik.com/read/2013/01/26/124350/2152802/10/klub-tawa-cara-sehat-hilangkan-stres-dan-bikin-awet-muda

 

Warga Asing Kepincut Teknik Tawa ala KTCS

Warga Asing Kepincut Teknik Tawa ala KTCS

Tertawa silaturahmi menjadi salah satu teknik favorit Mr. Mouliq (40). Penuturan itu diutarakan diakhir acara klub tawa. Tatkala ia diminta memberi kesan atas prosesi terapi tawa KTCS.

Menurut warga asing ini, teknik tawa silaturahmi dapat melatih kita menjadi lebih terbuka dan mudah berinteraksi dengan sesama. Terutama pada orang-orang yang baru kita kenal.

“Saya sangat suka dengan tertawa silaturahmi karena dapat memecah kebekuan yang terjadi dalam sebuah awal perkenalan dengan seseorang. Teknik lain yang tidak kalah bagus adalah teknik singamudra. Sebab teknik ini membuat diri serasa lebih hidup dan lebih ‘release’ dalam mengeluarkan stress,” tutur pria berkewarga egaraan asing tersebut.

Meski baru dua kali mengikuti kegiatan terapi tawa di Monas, Ia mengaku sering menggunakan teknik-teknik tawa ala KTCS dimanapun ketika dia membutuhkan. Menurutnya, teknik ini efektif sekali untuk menciptakan kondisi yang lebih nyaman dan membuat hidupnya lebih ceria dan open minded.

Mr. Mouliq juga berharap bahwa klub tawa di Monas ini terus maju dan lebih banyak menciptakan teknik-teknik interaktif. Sehingga dapat mengeratkan hubungan antar sesama seperti dalam teknik tertawa silaturahmi.  Karena hubungan yang harmonis antar sesama akan menciptakan keadaan lingkungan yang lebih harmoni dan pastinya lebih indah.

Begitulah apresiasi dan penghargaan yang begitu tinggi dari warga asing yang notabene telah mencicipi terapi tawa ala Klub Tawa Ceria Sehat (KTCS). Acara ini diadakan setiap dua minggu sekali di Monas, Jakarta. Gratis dan terbuka untuk umum.

Kesan dan pesan dari para peserta menjadi sebuah acuan dan pedoman bagi kami yang terlibat dalam klub tawa ini untuk terus berkreasi. Sehingga dapat menciptakan teknik-teknik baru dan membuat acara ini menjadi lebih baik lagi ke depannya.

Memang sesuatu yang sangat sederhana sekali–seperti tawa ini–mampu mengubah diri kita menjadi lebih sehat, ceria, kreatif, dan selalu bersemangat. Apalagi jika dilakukan bersama-sama maka efek keceriaan yang ditimbulkan niscaya tersebar luas. Karena tawa itu menular. Setiap emosi yang dikeluarkan oleh seseorang akan ditangkap dan dirasakan orang lain yang berada di sekitarnya. Silakan membuktikan!

 

Reporter : Selamet Jr – Editor: T Nugroho Angkasa – Photo :  Prabu Dennaga

Klub Tawa Ceria Indonesia (KTCI) di adakan setiap 2 minggu sekali di Monas, untuk info lebih lanjut bisa menghubungi : Isty di nomor 0818.089.41.999. – Follow us on Twitter: @klubtawa – FB: Klub Tawa Ceria Indonesia

Puluhan Peserta Daftar jadi Anggota KTCS

Puluhan Peserta Daftar jadi Anggota KTCS

Awan mendung bergulung menyelimuti langit Jakarta pada Minggu (29/04). Tapi toh tidak mengurangi semarak acara terapi tawa pagi itu. Seluruh peserta serempak mengikuti setiap arahan fasilitator pemandu sesi tawa.

Tarian, lagu, dan latihan yoga ringan turut diselipkan dalam terapi tawa. Ibarat paket hemat (pehe) menuju kesehatan holistik bagi khalayak ramai.  Ya pahe, karena memang dibutuhkan hanya kesediaan meluangkan waktu sejam di Minggu pagi. Satu hari yang seyogianya dipakai rehat sejenak pasca 6 hari larut dalam rutinitas kerja.

Tak ada ruginya bangun lebih awal di hari Minggu.  Kemudian bergegas ke Monas untuk mengikuti acara terapi tawa bersama KTCS mulai jam 06.00 WIB. Gratis dan terbuka bagi siapa saja.

Tawa tidak sekadar menyehatkan tetapi juga membuat diri kita menjadi bahagia. Orang bahagia biasanya murah tertawa. Jadi senada dengan Reverse Theory (teori berkebalikan), tertawalah dulu maka otomatis kita jadi bahagia. Sangat sederhana dan mudah!.

Selain itu, pada setiap akhir terapi tawa dibuka pendaftaran keanggotaan. Terutama bagi peserta baru yang ingin bergabung dan menjadi anggota Klub Tawa Ceria Sehat (KTCS). Pagi itu, puluhan peserta berbondong-bondong menuju tempat pendaftaran anggota baru. Mereka begitu tertarik bergabung sebab melihat acara klub tawa ini menarik, unik, dan aneh.

“Alasan saya mendaftar jadi anggota klub tawa ini karena mau sehat,” ujar Fitratul Hayati (40). Wanita yang berdomisili di daerah Jakarta Pusat itu setiap 2 minggu sekali selalu hadir mengikuti terapi tawa di Monas. “Acara ini unik dan aneh tapi saya berharap klub tawa bisa terus berjalan dan maju!” tandas Fitri.

Editor: T Nugroho Angkasa – Reporter : Selamet JR – Photo :  Prabu Dennaga

 

Bawa Terapi Tawa ke Manado, Pinta Bu Djasma

Bawa Terapi Tawa ke Manado, Pinta Bu Djasma

Teknik Singamudra Tetap Menjadi Teknik Favorit Peserta

“Ketawa ini enak banget, boleh dibawa ke Manado-kah?”, tanya Ibu Djasma Damopoli (53) asal Kota Manado, Sulawesi Utara. Dengan penuh semangat ia mengungkapkan perasaannya tatkala menghampiri koordinator lapangan (korlap) David E.Purba, “…saya tidak dari awal mengikuti acara tawa ini tetapi saya merasakan sekali manfaatnya bagi badan saya,” tandasnya.

Ibu Djasma begitu gembira dan merasakan manfaat langsung dari olah raga tawa

Ibu Djasma begitu gembira dan merasakan manfaat langsung dari olah raga tawa

Ibu Djasma bekerja di sebuah instansi pemerintahan. Kini ia sedang bertugas di Jakarta. Ternyata, ia pun bercita-cita untuk bisa menghadirkan Klub Tawa Ceria Sehat (KTCS) di Manado, yang notabene merupakan tempat asalnya.

“Di usia saya yang sudah 53 tahun ini, saya sangat suka sekali acara ini.  Bagaimana saya bisa bawa acara ini ke daerah saya di Manado sana?”  Ibu Djasma begitu gembira dan merasakan manfaat langsung dari olah raga tawa.  Klub Tawa Ceria Sehat ini rutin diadakan setiap 2 minggu sekali di Monas. Gratis dan terbuka untuk umum.

Ibu Djasma mewakili semangat dan antusiasme para peserta KTCS pada Minggu (15/04). Dimulai pada pukul 6 pagi, para peserta yang berjumlah 300 orang lebih begitu bergairah mengikuti rangkaian acara Klub Tawa.

“Cintailah Semua Makhluk Di Dunia

Sayangilah Seluruh Umat Manusia

Jangan Kau Menyakiti Hati Siapa Saja

Jangan Kau Menghina Diri Siapa Saja

Itulah Intisari Ajaran Agama”

(Lirik Lagu Oleh Team KTCS)

Dalam terapi ketawa ala KTCS ini, lagu menjadi tidak kalah penting dari menu yang lainnya. Sebab, melalui musik ringan dan lirik universal, klub tawa berupaya menyampaikan pesan-pesan kemanusiaan, perdamaian, cinta dan keselarasan pada seluruh peserta olahraga tawa.

Gelak Tawa Peserta

Selain itu, kesegaran dan keceriaan yang didapat, para peserta pun menyerap informasi-informasi positif yang di selipkan dalam lirik-lirik lagu. Sehingga ini menjadi bahan informasi yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari serta interaksinya di masyarakat. Kita dapat menjadi lebih terbuka dan peduli pada lingkungan dan sesama.

Sesi tawa hari ini ditutup dengan pengecekan tensi darah. Salah seorang fasilitator telah mempersiapkan peralatan pengukur tensi. Ternyata, salah satu manfaat tawa sungguh terbukti secara medis. Yakni dapat menurunkan dan menormalkan tekanan darah kita. Salam Sehat, Sukses, Ceria dan Sadar S’lalu.

Pemeriksaan Tensi Darah Gratis Usai Terapi Tawa

Reportase : Selamet JR – Photo: Prabu Dennaga

Klub Tawa Ceria Sehat (KTCS) di adakan setiap 2 minggu sekali di Monas, untuk info lebih lanjut bisa menghubungi : Isty di nomor 0818.089.41.999. – Follow us on Twitter: @klubtawa – FB: Klub Tawa Ceria Indonesia