Kabar Baik Bagi Mereka Yang Suka Bangun Pagi

Kabar Baik Bagi Mereka Yang Suka Bangun Pagi

Peserta Tawa Ceria dengan antusias mengikuti terapi tawa

Meskipun dibalut oleh mendung tipis di langit Jakarta, Minggu pagi (18/03), Kemeriahan dan antusias peserta Klub Tawa Ceria Indonesia (KTCI) begitu terasa. Dengan hadirnya sekitar 500-an orang yang mengikuti terapi tawa pagi tadi, mereka berasal dari wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Dimulai dengan pemanasan yang unik ala “KTCI” yang berfungsi untuk menyiapkan kondisi tubuh agar dapat lepas dalam melakukan tawa bersama nantinya. Selain pemanasan diberikan juga berbagai teknik yang ditujukan untuk melenturkan, merilekskan tubuh dan melatih pernapasan sehingga bisa merawat kesehatan para peserta secara holistik.

Kemudian selama 30 menit peserta dipandu untuk masuk kedalam program inti yaitu tawa bersama, fasilitator KTCI memberikan berbagai teknik yang bertujuan untuk memancing tawa peserta. Dirasakan oleh hampir semua peserta begitu mulai tertawa maka tidak bisa berhenti tertawa, dengan tertawa selama 30 menit tubuh akan menghasilkan hormon-hormon yang sangat berguna untuk kesehatan.

Teks Lagu yang selalu menyemangati peserta KTCI

Diakhir sesi terapi Dr. Janfrional memberikan tips kesehatan tentang pentingnya bangun pagi, “Dengan membiasakan diri untuk selalu bangun pagi tubuh akan mengeluarkan hormon asam laktat  dan itu tidak terjadi jika seseorang bangun siang hari”.

Jika seseorang bangun siang hari yang mengakibatkan asam laktat tersebut akan menumpuk dalam tubuh yang mengakibatkan otot menjadi kaku dan orang tersebut akan gampang terkena reumatik.

Tawa Lepas tiap peserta terapi

Dr. janfrional juga menambahkan, “Bagi penderita astma atau ‘bengek’ kalau bangun pagi hormon kortisol nya sangat rendah sekali jadi akan sangat mudah untuk mengontrol astma tersebut agar tidak sering kambuh.”

Manfaat bangun pagi juga berlaku untuk penderita diabetes karena berhubungan dengan hormon kortisol yang berada pada titik rendah jika bangun pagi sehingga akan mudah melakukan pengendalian gula darah pada diabetes.

Seorang peserta yang tidak bisa menghentikan tawanya

Lepas dari manfaat bangun pagi untuk meminimalkan resiko kambuh pada suatu penyakit, dengan penjelasan diatas tentang kebiasaan untuk bangun pagi dan banyak tertawa  juga sangat baik bagi orang-orang yang sehat pula tentunya, karena bangun pagi akan banyak memproduksi hormon-hormon yang berguna bagi terpeliharanya kesehatan dan mencegah timbulnya penyakit.

Akhirnya semua peserta terapi tawa pulang dengan membawa keceriaan dan pemahaman baru tentang kesehatan holistik yang sejatinya mudah untuk didapatkan dengan tips-tips yang sudah diberikan.

Reportase : Selamet JR – Photo: Prabu Dennaga

Klub Tawa Ceria Indonesia (KTCI) di adakan setiap 2 minggu sekali di Monas, untuk info lebih lanjut bisa menghubungi : Isty di nomor 0818.089.41.999. – Follow us on Twitter: @klubtawa – FB: Klub Tawa Ceria Indonesia

Klub Tawa Ceria Sehat hadir Berbagi Keceriaan Dan Kesehatan Holistik

Klub Tawa Ceria Sehat hadir Berbagi Keceriaan Dan Kesehatan Holistik

Hari Minggu (19/02),  walau mendung menyelimuti langit Jakarta, Antusiasme para peserta yang berada di sekitar monas  pagi ini begitu terasa, mereka mengikuti rangkaian acara yang digelar oleh Klub Tawa Ceria Indonesia. Secara rutin setiap du aminggu sekali Klub Tawa Ceria Indonesia menggelar olah raga tawa yang sangat bermanfaat bagi kesehatan seacara holistik, acara tawa diawali dengan jogging ala KTCI dengan berlari ditempat dengan kedua tangan berada didada,  tujuannya adalah untuk men-support jantung selama berlari.

Kemudian, dilanjutkan dengan melakukan postur tari, berdiri dengan satu kaki, kaki lain di lipat kebelakang dan dipegang oleh salah satu tangan dan tangan yang lain diangkat lurus keatas, kemudian pandangan mata menatap ujung jari tangan yang diangat tadi. Latihan postur tari ini sangat baik manfaatnya untuk melatih keseimbangan dan fokus bila dilakukan secara rutin.

Singa Mudra atau postur singa menjadi bagian favorit para peserta untuk memancing tawa. Dengan kedua kaki direnggangkan dan agak ditekuk membentuk kuda-kuda, kedua tangan digerak-gerakan serta mulut sedikit dibuka seraya menjulurkan lidah keluar. Kemudian melakukan tarik dan buang napas cepat melalui mulut, sesuai dengan kenyamanan tiap peserta. Tujuan dari gerakan Singa Mudra ini adalah melakukan detoksifikasi racun-racun yang ada didalam tubuh dengan cara mengeluarkan napas cepat tersebut selama beberapa menit, singa mudra diakhiri  dengan menjulurkan lidah keluar dan menegangkan seluruh badan sambil melepaskan tawa, riuh peserta tertawa karena merasakan kelucuan pada teknik singa mudra ini dan kelegaan yang didapat karena proses napas cepat yang dilakukan.

Lagu-lagu dengan lirik yang menggugah menjadi selingan yang sangat pas diantara tiap sesi dalam rangkaian terapi tawa ala KTCI. Banyak teknik-teknik ala Klub Tawa Ceria Indonesia yang sangat bermanfaat bagi kesehatan secara holistik, tidak hanya berfungsi untuk merawat kesehatan badan tetapi juga merawat kesehatan mental, emosional dan pikiran secara menyeluruh. Ini-lah yang menjadi tujuan diselenggaranya acara Klub Tawa dwimingguan di Monas, menyebarkan keceriaan dan berbagi kesehatan yang tentunya sangat berguna bagi masyarakat.

Sehat secara holistik, jiwa dan raga itu ternyata tidak mahal, Sabtu malam tidur lebih cepat, minggu pagi bangun lebih awal dan datang ke monas untuk bersama-sama mengikuti terapi tawa bersama Klub Tawa Ceria Indonesia secara gratis, siapa saja dapat mengikuti acara olah tawa ini. Klub tawa berikutnya akan diadakan kembali di Monas, 4 Maret, Pukul 6.00 pagi.

Salam Ceria KTCI:

Sehat.. Sukses.. Senang.. Sadar S’lalu… Hahahahahaaa

Reportase : Selamet JR – Photo: Prabu Dennaga

 

Klub Tawa Ceria Indonesia (KTCI) di adakan setiap 2 minggu sekali di Monas, untuk info lebih lanjut bisa menghubungi : Isty di nomor 0818.089.41.999. – Follow us on Twitter: @klubtawa – FB: Klub Tawa Ceria Indonesia

Senam Tertawa Agar Orang Dewasa Kembali Ceria (Kompas)

Senam Tertawa Agar Orang Dewasa Kembali Ceria (Kompas)

 KOMPAS.com – Tuntutan pekerjaan, kesibukan menjalani berbagai aktivitas setiap hari, bahkan terkadang “korupsi” waktu istirahat di akhir pekan, membuat orang-orang dewasa terjebak dalam rutinitas. Bahkan mungkin saja, kesibukan ini membuat orang dewasa terlihat semakin menua melampaui usia, tak bersemangat dan lupa caranya menjadi lebih ceria, lantaran kehilangan energi positif untuk meremajakan kembali fisik dan psikis. Tak seperti anak-anak, yang selalu ceria karena mereka seringkali mentertawakan berbagai hal sederhana yang dilihatnya sehari-hari.

Coba perhatikan dunia anak-anak yang penuh semangat. Mereka bisa tertawa ratusan kali dalam sehari secara alami. Namun orang dewasa, bisa dibilang, mereka hanya tertawa dalam hitungan jari. Untuk menyemangati hidup Anda setiap harinya, cara anak-anak yang selalu ceria ini dapat ditiru. Sayangnya, orang dewasa banyak yang mulai lupa tertawa.Mengajak orang dewasa, muda juga tua, untuk tertawa bersama menjadi kegiatan sederhana yang dilakukan Klub Tawa Ceria Indonesia (KTCI) sejak September 2011 lalu. Namun, tertawa bersama bukan satu-satunya tujuan komunitas sosial ini. Didukung oleh 30 anggota aktif, KTCI menggelar kegiatan rutin dua mingguan di Monumen Nasional (Monas). Melalui tawa, KTCI ingin mengingatkan lebih banyak orang untuk membenahi diri, baik dari kesehatan maupun emosi.”Kegiatan ini berusaha menimbulkan nilai-nilai universal, perdamaian, cinta kasih, harmoni. Karena dengan tertawa dan menyebarkan energi positif bersama-sama, muncul rasa kebersamaan, perasaan damai, senang, bahagia, nyaman dan merasa saling bersaudara walaupun mereka yang datang mengikuti kegiatan ini tidak saling kenal satu sama lain. Perasaan-perasaan seperti ini dibutuhkan untuk menetralisasi berbagai aksi kekerasan yang terjadi. Berbagai aksi kekerasan takkan terjadi tanpa dorongan dari masyarakat. Kami berharap, melalui kegiatan ini, masyarakat dapat mendorong orang lain untuk tidak melakukan kekerasan, dengan memiliki kesadaran dalam diri menimbulkan rasa damai mulai dari diri sendiri,” jelas Joehanes Budiman, penyelenggara senam tertawa dari KTCI, kepada Kompas Female di Monas, Jakarta, Minggu (22/1/2012) lalu.

Senam tertawa inisiasi KTCI ini terbuka untuk umum, kalangan muda hingga tua, tanpa dipungut biaya. Jika Anda tertarik mengikutinya, senam tertawa akan diadakan kembali 19 Februari 2012 di bagian timur Monas, berdekatan dengan stasiun Gambir Jakarta. Senam tertawa bersama KTCI dimulai tepat pukul 06:00.

“Sasaran kami adalah mereka yang sedang berolahraga di kawasan Monas. Jadi siapa saja boleh ikut, gratis,” jelas Joehanes yang menyebutkan beberapa minggu terakhir, kegiatan ini mulai digemari kalangan muda.

Menurut Joehanes, tak sulit menjalani senam tertawa ini, apalagi peserta dibantu oleh fasilitator yang dengan percaya diri memotivasi peserta untuk tertawa. “Otak kita sebenarnya tak bisa membedakan antara tertawa pura-pura dan alami. Pada awalnya memang butuh tertawa pura-pura untuk memancing semua peserta tertawa, namun lama-kelamaan, mereka akan tertawa secara alami dengan sendirinya,” jelasnya.

Senam tertawa dilakukan melalui sejumlah tahapan. Senam tertawa diawali dengan pemanasan fisik selama 10 menit, lalu mulai tertawa nonstop selama 20 menit, termasuk dengan stimulasi seperti tepuk tangan dan lainnya. “Saat tertawa inilah hormon endorphin keluar,” lanjut Joehanes. Berikutnya, untuk menyebarkan hormon endorphin ke seluruh tubuh, dilakukan gerakan-gerakan tertentu selama lima menit. Tak berhenti sampai disitu, Anda pun akan diajak untuk mencari tahu mengapa tertawa bersama memberikan dampak positif bagi kesehatan, fisik dan psikis. “Tahapan akhir, ada diskusi interaktif dengan dokter umum juga psikolog yang menjadi bagian dari komunitas untuk membahas mengenai fungsi tertawa,” tuturnya.

Menurut Joehanes, mereka yang berani tertawa di depan umum, bahkan bersama-sama dengan orang lain yang tak dikenalnya secara personal, juga dapat membangkitkan kepercayaan diri. Berbagai nilai-nilai positif dirasakan para peserta senam karena tertawa memunculkan perasaan positif dalam diri setiap orang. Mengenai metode senam tertawa ini, Joehanes mengaku masih merasa perlu mengembangkan lebih jauh lagi untuk memaksimalkan manfaatnya. “Kami mulai bernyanyi bersama di akhir sesi, ini metode baru yang sedang kami kembangkan,” ungkapnya.

Terapi tertawa untuk kesehatan fisik dan psikis sebenarnya sudah banyak dipraktikkan, di dalam dan luar negeri. Joehanes menyontohkan, terapi tertawa dengan metode coaching dapat ditemui di Bali dengan biaya sekitar Rp 300.000 per sesi.

Anda boleh memilih, jika ingin mencobanya tanpa mengeluarkan biaya, datang saja ke Monas bergabung bersama KTCI. Jika merasa tertawa berdampak besar terhadap perbaikan kualitas fisik dan psikis, Anda bisa menelusurinya lebih mendalam saat berkunjung ke Bali misalnya. Apapun pilihan caranya, percayalah, dengan tertawa Anda tak hanya menjadi lebih ceria dan bersemangat, namun juga lebih sehat dan merasa lebih bahagia. Coba hitung kembali, seberapa sering Anda tertawa setiap harinya?

Sumber: http://female.kompas.com/read/2012/01/24/11112080/Senam.Tertawa.Agar.Orang.Dewasa.Kembali.Ceria

Hujan Badai KTCS Lanjut Terus

Hujan Badai KTCS Lanjut Terus

Klub Tawa Ceria Indonesia (KTCI) di  Monas pada hari Minggu 08 Januari 2012 kembali menggajak masyarakat untuk tertawa. Dengan tertawa tubuh akan mengaktifkan hormon penting yaitu endorphin, hormon ini sangat berguna untuk menjaga kesehatan dan melawan stress secara alami. Tertawa adalah obat mujarab dalam menjaga kesehatan dan melawan Stress.

Aksi gelar tawa ini menarik perhatian masyarakat yang sedang berolah raga di Monas, kemudian bergabung dan mengikuti program seni mengolah diri lewat tawa. Sebelum masuk ke acara inti yaitu tertawa, peserta diajak melakukan pemanasan dengan gerakan-gerakan yoga yang sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan keseimbangan tubuh.

Endorphin Tak Terkalahkan Oleh Hujan

Ketika memasuki inti acara yaitu tertawa bersama, tiba-tiba hujan deras datang mengguyur. Namun aksi gelar tawa untuk mengundang endorphin tidak terkalahkan oleh hujan, meski diguyur oleh hujan yang cukup deras aksi tertawa tetap digelar dengan meriahnya. Bahkan reporter Metro Tv yang meliput-pun tak mau dikalahkan oleh hujan, di dalam guyuran hujan mereka tetap meliput aksi gelar tawa yang makin meriah meski di dalam guyuran hujan.

Tak surut di halau hujan Wajah-wajah ceria peserta dipernuhi oleh hormon endorphin, meski pakaian basah kuyup namun ada kebahagiaan yang meluap dari peserta yang mengikuti pesta tawa tersebut. Reporter Mentro TV tetap meliput gelar tawa meski diguyur hujan Manfaat Tertawa Bagi Tubuh Menurut dokter Made Arya Wardhana yang juga mengikuti aksi gelar tawa tersebut menerangkan fungsi tawa bagi tubuh manusia.

Klub Tawa Ceria Indonesia (KTCI) di adakan setiap 2 minggu sekali di Monas, untuk info lebih lanjut bisa menghubungi : Isty di nomor 0818.089.41.999.

Photo Oleh : Prabu Dennaga | Laporan Oleh Su Rahman

Tertawa memiliki efek yang sama dengan olahraga ringan

Tertawa memiliki efek yang sama dengan olahraga ringan

sumber:

http://kosmo.vivanews.com/news/read/160671-tertawa-tingkatkan-nafsu-makan

“Tertawa = Olahraga

Tertawa memiliki efek yang sama dengan olahraga ringan.”

 

“VIVAnews – Tertawa yang berulang bisa memiliki efek yang sama dengan olaharaga. Hal itu menurut penelitian yang dilakukan tim dari Loma Linda University Schools of Allied Health (SAHP) di Amerika Serikat.

Penelitian menunjukkan, tertawa tidak hanya membuat perasaan menjadi lebih positif, tetapi juga menurunkan tingkat stres, meningkatkan imunitas, menurunkan kolesterol, dan tekanan darah. Efek ini juga dihasilkan olahraga santai.

Penelitian dilakukan dengan meminta 14 responden menonton video berdurasi 20 menit yang menampilkan gambar sedih dan menyenangkan. Seluruh responden diukur tekanan darah dan diambil sampel darahnya, sebelum dan sesudah menonton.

Peneliti kemudian menganalisa pengaruh eustress (tertawa riang) dan tekanan pada modulasi hormon kunci yang mengendalikan nafsu makan.

Setiap sampel darah dipisahkan ke dalam komponen, lalu dilakukan pemeriksaan tingkat serum dua hormon yang memengaruhi nafsu makan, yairu leptin dan ghrelin. Hasilnya, responden tidak menunjukkan perubahan signifikan kadar hormon nafsu makan setelah menonton video sedih selama 20 menit.

Sebaliknya, responden yang menonton video lucu mengalami perubahan dalam tekanan darah serta perubahan tingkat leptin dan ghrelin. Secara khusus, tingkat penurunan leptin meningkatkan tingkat ghrelin, seperti efek akut dari latihan fisik yang moderat, dan sering dikaitkan dengan nafsu makan meningkat.

“Realita utama dari penelitian ini adalah bahwa tertawa menyebabkan berbagai modulasi dan respons tubuh. Pengaruh tawa yang berulang adalah sama dengan pengaruh pelatihan berulang,” kata Dr. Lee S. Berk, salah satu peneliti, seperti dikutip dari Times of India.

Penelitian ini menurut Berk bisa memberikan alternatif baru untuk meningkatkan nafsu makan pada orang yang tidak bisa melakukan aktivitas fisik. Hasil penelitian ini dipresentasikan dalam konferensi Biologi Eksperimental 2010.

• VIVAnews “

Tertawalah! Anda Akan Sehat dan Berumur Panjang

Tertawalah! Anda Akan Sehat dan Berumur Panjang

sumber:

http://id.berita.yahoo.com/tertawalah-anda-akan-sehat-dan-berumur-panjang-032105681.html

Tertawalah! Anda Akan Sehat dan Berumur Panjang

“TRIBUNNEWS.COM – Tidak suka dengan humor? Pikir sekali lagi. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa memanjakan selera humor Anda bisa memperpanjang usia, membuat hidup lebih sehat.

Tertawa tidak saja melunturkan stres, meningkatkan kehidupan sosial, dan menurunkan tekanan darah, tapi juga mendorong sistem kekebalan tubuh. Tambah lagi, humor menjadi lebih bernilai ketika umur semakin bertambah, dan dikaitkan dengan kehidupan yang memuaskan. Begitu penelitian yang dilakukan di Swis.

Ingin tahu lebih banyak tentang sisi kesehatan dari humor? Simak 5 fakta mengejutkan dari sisi kesehatan dari humor yang dimuat BBC.

* Lebih mudah bernafas
“Sembilan puluh prosen tertawa melibatkan pernafasan yang dalam,” kata Dacher Keltner, Ph.D., guru besar psikologi di University of California di Berkeley dan penulis buku Born to Be Good. “Ketika menghembuskan nafas, denyut nadi dan tekanan darah turun dan Anda memasuki kondisi tenang. Anda akan merasakan sensasi pelepasan dari tertawa.”

* Hubungan yang lebih baik.
Pasangan yang menceritakan lelucon ringan dan ikut tertawa untuk meredakan ketegangan cenderung memiliki perkawinan yang lebih baik, kata psikolog John Gottman, Ph.D., dari Gottman Institute, pusat konseling masalah hubungan sosial di Seattle.

* Melawan stres
Tertawa bisa menurunkan hormon stres dopac, kortisol, dan epinephrine sampai berturut-turut 38%, 39%, dan 70% menurut penelitian di Loma Linda University, California. Penelitian di Universitas Maryland dengan mempertontonkan film pendek, mereka yang menonton film jenaka mengalami peningkatan aliran darah ke jantung sebanyak 22%.

* Merasa lebih sehat
Tertawa tak hanya melepaskan ketegangan, tapi juga membuat Anda lebih sehat. Orang yang tertawa 10 – 25 kali sehari lebih sedikit terkena penyakit dibandingkan dengan mereka yang kurang dari jumlah itu dalam seharinya. Begitu menurut penelitian International Journal of Medical Sciences tahun 2009.

* Bekerja lebih baik
Menurut survei Men’s Health, dari hampir 600 lelaki yang menjadi responden, 73%-nya menyatakan bahwa memiliki selera humor membuat mereka lebih baik dalam bekerja.”

Open

Untuk Informasi dan Program Silahkan Menghubungi: +62-819-1047-3460