Awan mendung bergulung menyelimuti langit Jakarta pada Minggu (29/04). Tapi toh tidak mengurangi semarak acara terapi tawa pagi itu. Seluruh peserta serempak mengikuti setiap arahan fasilitator pemandu sesi tawa.

Tarian, lagu, dan latihan yoga ringan turut diselipkan dalam terapi tawa. Ibarat paket hemat (pehe) menuju kesehatan holistik bagi khalayak ramai.  Ya pahe, karena memang dibutuhkan hanya kesediaan meluangkan waktu sejam di Minggu pagi. Satu hari yang seyogianya dipakai rehat sejenak pasca 6 hari larut dalam rutinitas kerja.

Tak ada ruginya bangun lebih awal di hari Minggu.  Kemudian bergegas ke Monas untuk mengikuti acara terapi tawa bersama KTCS mulai jam 06.00 WIB. Gratis dan terbuka bagi siapa saja.

Tawa tidak sekadar menyehatkan tetapi juga membuat diri kita menjadi bahagia. Orang bahagia biasanya murah tertawa. Jadi senada dengan Reverse Theory (teori berkebalikan), tertawalah dulu maka otomatis kita jadi bahagia. Sangat sederhana dan mudah!.

Selain itu, pada setiap akhir terapi tawa dibuka pendaftaran keanggotaan. Terutama bagi peserta baru yang ingin bergabung dan menjadi anggota Klub Tawa Ceria Sehat (KTCS). Pagi itu, puluhan peserta berbondong-bondong menuju tempat pendaftaran anggota baru. Mereka begitu tertarik bergabung sebab melihat acara klub tawa ini menarik, unik, dan aneh.

“Alasan saya mendaftar jadi anggota klub tawa ini karena mau sehat,” ujar Fitratul Hayati (40). Wanita yang berdomisili di daerah Jakarta Pusat itu setiap 2 minggu sekali selalu hadir mengikuti terapi tawa di Monas. “Acara ini unik dan aneh tapi saya berharap klub tawa bisa terus berjalan dan maju!” tandas Fitri.

Editor: T Nugroho Angkasa – Reporter : Selamet JR – Photo :  Prabu Dennaga