Tertawa silaturahmi menjadi salah satu teknik favorit Mr. Mouliq (40). Penuturan itu diutarakan diakhir acara klub tawa. Tatkala ia diminta memberi kesan atas prosesi terapi tawa KTCS.

Menurut warga asing ini, teknik tawa silaturahmi dapat melatih kita menjadi lebih terbuka dan mudah berinteraksi dengan sesama. Terutama pada orang-orang yang baru kita kenal.

“Saya sangat suka dengan tertawa silaturahmi karena dapat memecah kebekuan yang terjadi dalam sebuah awal perkenalan dengan seseorang. Teknik lain yang tidak kalah bagus adalah teknik singamudra. Sebab teknik ini membuat diri serasa lebih hidup dan lebih ‘release’ dalam mengeluarkan stress,” tutur pria berkewarga egaraan asing tersebut.

Meski baru dua kali mengikuti kegiatan terapi tawa di Monas, Ia mengaku sering menggunakan teknik-teknik tawa ala KTCS dimanapun ketika dia membutuhkan. Menurutnya, teknik ini efektif sekali untuk menciptakan kondisi yang lebih nyaman dan membuat hidupnya lebih ceria dan open minded.

Mr. Mouliq juga berharap bahwa klub tawa di Monas ini terus maju dan lebih banyak menciptakan teknik-teknik interaktif. Sehingga dapat mengeratkan hubungan antar sesama seperti dalam teknik tertawa silaturahmi.  Karena hubungan yang harmonis antar sesama akan menciptakan keadaan lingkungan yang lebih harmoni dan pastinya lebih indah.

Begitulah apresiasi dan penghargaan yang begitu tinggi dari warga asing yang notabene telah mencicipi terapi tawa ala Klub Tawa Ceria Sehat (KTCS). Acara ini diadakan setiap dua minggu sekali di Monas, Jakarta. Gratis dan terbuka untuk umum.

Kesan dan pesan dari para peserta menjadi sebuah acuan dan pedoman bagi kami yang terlibat dalam klub tawa ini untuk terus berkreasi. Sehingga dapat menciptakan teknik-teknik baru dan membuat acara ini menjadi lebih baik lagi ke depannya.

Memang sesuatu yang sangat sederhana sekali–seperti tawa ini–mampu mengubah diri kita menjadi lebih sehat, ceria, kreatif, dan selalu bersemangat. Apalagi jika dilakukan bersama-sama maka efek keceriaan yang ditimbulkan niscaya tersebar luas. Karena tawa itu menular. Setiap emosi yang dikeluarkan oleh seseorang akan ditangkap dan dirasakan orang lain yang berada di sekitarnya. Silakan membuktikan!

 

Reporter : Selamet Jr – Editor: T Nugroho Angkasa – Photo :  Prabu Dennaga

Klub Tawa Ceria Indonesia (KTCI) di adakan setiap 2 minggu sekali di Monas, untuk info lebih lanjut bisa menghubungi : Isty di nomor 0818.089.41.999. – Follow us on Twitter: @klubtawa – FB: Klub Tawa Ceria Indonesia

Open

Untuk Informasi dan Program Silahkan Menghubungi: +62-819-1047-3460