Teknik Singamudra Tetap Menjadi Teknik Favorit Peserta

“Ketawa ini enak banget, boleh dibawa ke Manado-kah?”, tanya Ibu Djasma Damopoli (53) asal Kota Manado, Sulawesi Utara. Dengan penuh semangat ia mengungkapkan perasaannya tatkala menghampiri koordinator lapangan (korlap) David E.Purba, “…saya tidak dari awal mengikuti acara tawa ini tetapi saya merasakan sekali manfaatnya bagi badan saya,” tandasnya.

Ibu Djasma begitu gembira dan merasakan manfaat langsung dari olah raga tawa

Ibu Djasma begitu gembira dan merasakan manfaat langsung dari olah raga tawa

Ibu Djasma bekerja di sebuah instansi pemerintahan. Kini ia sedang bertugas di Jakarta. Ternyata, ia pun bercita-cita untuk bisa menghadirkan Klub Tawa Ceria Sehat (KTCS) di Manado, yang notabene merupakan tempat asalnya.

“Di usia saya yang sudah 53 tahun ini, saya sangat suka sekali acara ini.  Bagaimana saya bisa bawa acara ini ke daerah saya di Manado sana?”  Ibu Djasma begitu gembira dan merasakan manfaat langsung dari olah raga tawa.  Klub Tawa Ceria Sehat ini rutin diadakan setiap 2 minggu sekali di Monas. Gratis dan terbuka untuk umum.

Ibu Djasma mewakili semangat dan antusiasme para peserta KTCS pada Minggu (15/04). Dimulai pada pukul 6 pagi, para peserta yang berjumlah 300 orang lebih begitu bergairah mengikuti rangkaian acara Klub Tawa.

“Cintailah Semua Makhluk Di Dunia

Sayangilah Seluruh Umat Manusia

Jangan Kau Menyakiti Hati Siapa Saja

Jangan Kau Menghina Diri Siapa Saja

Itulah Intisari Ajaran Agama”

(Lirik Lagu Oleh Team KTCS)

Dalam terapi ketawa ala KTCS ini, lagu menjadi tidak kalah penting dari menu yang lainnya. Sebab, melalui musik ringan dan lirik universal, klub tawa berupaya menyampaikan pesan-pesan kemanusiaan, perdamaian, cinta dan keselarasan pada seluruh peserta olahraga tawa.

Gelak Tawa Peserta

Selain itu, kesegaran dan keceriaan yang didapat, para peserta pun menyerap informasi-informasi positif yang di selipkan dalam lirik-lirik lagu. Sehingga ini menjadi bahan informasi yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari serta interaksinya di masyarakat. Kita dapat menjadi lebih terbuka dan peduli pada lingkungan dan sesama.

Sesi tawa hari ini ditutup dengan pengecekan tensi darah. Salah seorang fasilitator telah mempersiapkan peralatan pengukur tensi. Ternyata, salah satu manfaat tawa sungguh terbukti secara medis. Yakni dapat menurunkan dan menormalkan tekanan darah kita. Salam Sehat, Sukses, Ceria dan Sadar S’lalu.

Pemeriksaan Tensi Darah Gratis Usai Terapi Tawa

Reportase : Selamet JR – Photo: Prabu Dennaga

Klub Tawa Ceria Sehat (KTCS) di adakan setiap 2 minggu sekali di Monas, untuk info lebih lanjut bisa menghubungi : Isty di nomor 0818.089.41.999. – Follow us on Twitter: @klubtawa – FB: Klub Tawa Ceria Indonesia

Open

Untuk Informasi dan Program Silahkan Menghubungi: +62-819-1047-3460