Nov 2, 2011

Ibu Asinah Marbun (59) termasuk orang yang sering datang ke Monumen Nasional (Monas) untuk lari pagi. Suatu ketika ia sedang berkeliling di sekitar Monas seperti biasanya. Tiba-tiba ia melihat sekelompok orang sedang melakukan olah raga tertawa. Aneh, pikirnya. Kok tertawa rame-rame?
Penasaran, ia pun memberanikan diri melihat dan mencari tahu apa yang sedang terjadi. Ia melihat acaranya seru banget, menurut pengakuannya ketika itu. “Saya perhatikan banyak orang sedang tertawa. Dan saya melihat ada tulisan-tulisan yang menjelaskan apa saja fungsi tertawa. Ternyata fungsi olah raga tertawa itu banyak banget, ya,” jelas Ibu Asinah Marbun. Dan setelah itu, ia pun memutuskan untuk mengikutinya.
“Setelah saya mengikuti program Klub Tawa Ceria Indonesia (KTCI), rasanya sangat menyenangkan dan terasa manfaatnya. Lucunya, rasa bahagia itu, terbawa hingga ke sekolah tempat saya mengajar. Berpengaruh kepada teman-teman di sekitar saya. Kalau saya ketawa mereka jadi ikut tertawa juga. Dan kalau bertemu setiap orang, rasanya saya ingin selalu tertawa,” terang Guru SMA 100 ini bersemangat.
Ia pun mengaku teknik-teknik pemanasan dan tertawa yang dibawakan KTCI sangat menyenangkan dirinya. Ia merasa sangat surpise. “Manfaat yang saya rasakan, saya menjadi selalu merasa senang, menjadi jarang marah. Kalau ketemu teman-teman dan murid-murid saya, rasanya saya ingin selalu tertawa. Saya tertawa mereka juga ikutan tertawa karena melihat saya tertawa. Selalu begitu,” tambahnya dengan ekspresi ceria.
Ia berniat untuk mengikuti acara ini secara rutin. Dan rencananya ia ingin mengajak teman-teman sekantornya dari SMA 100 Jakarta. “KTCI harus tetap berlangsung terus!” dukungnya. (Iresh/Afni)
Oct 15, 2011

Peserta Klub Tawa Ceria Indonesia – KTCI dari berbagai kalangan baik usia dan latar belakang sosial ekonomi antusias mengikuti gerakan-gerakan tawa yang diperagakan fasilitator. Kegiatan ini berlangsung di Monas – di seberang stasiun Gambir, Jakarta setiap dua minggu sekali, pukul 06.00 – 07.00 wib..
Oct 15, 2011
Habibie berada di antara peserta Klub Tawa Ceria Indonesia (KTCI) yang ramai. Ia begitu tertarik dan senang mengikuti gerakan-gerakan yang diperagakan fasilitator KTCI, Ismoyo Palgunadi.

Gerakannya Mudah dan Asyik
“Gerakan-gerakan yang diperagakan tidak terlalu sulit untuk dilakukan, semua orang bisa mengikutinya tanpa pandang usia,” jawabnya ketika dimintai pendapatnya perihal olah raga tawa ini.
“Acaranya seru, menyenangkan. Ketika saya mengikuti acara ini, saya jadi bisa mengeluarkan unek-unek yang saya miliki dalam satu minggu ini,”
Ia pun mengakui alasannya mengikuti olah raga tawa ini dikarenakan memang sesuai dengan hobinya. “Saya suka tertawa dan suka melawak juga…” jelasnya dengan wajah kelihatan lebih segar.
“Saya merasa senang dan ingin mengikuti kembali acara ini,” tambahnya, “tentu saya akan mengajak teman-teman saya yang lain.” (Iresh, Afni, David)
Sep 22, 2011

MAU TAU FUNGSI TERTAWA? PASTI ANDA KAGET, BANYAK BANGET!
- Melancarkan Aliran Darah
- Mengurangi Resiko Penyakit Jantung
- Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
- Menghasilkan Hormon Endorphin, sebagai obat penenang alami
- Memijat Paru-Paru dan Jantung
- Menurunkan Stress
- Meningkatkan Kadar Oksigen (O2) dalam darah
- Mengkontrakskan 80 titik-titik saraf
- Melemaskan Otot-otot
- Meringankan Konstipasi
- Menurunkan Tekanan Darah
- Menstimuli Otak Kanan dan Kiri.
Sep 18, 2011
Monas – Jakarta, Klub Tawa Ceria Indonesia (KTCI) mencoba mengajak pengunjung Monas yang sedang berolah raga atau yang sekedar bersantai untuk mengikuti olah raga tertawa. Sejak pukul 05.00 wib para sukarelawan KTCI telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk kegiatan perdana mereka hari ini, minggu (18/9). Rencananya olah raga tertawa ini akan dilakukan rutin dua minggu sekali setiap hari minggu pagi, pukul 06.00 – 07.00 wib.
Sekitar tigapuluhan orang lebih sukarelawan KTCI akan berkomitmen memasyarakatkan olah raga tertawa ke khlayak ramai. Olah raga tertawa ini memang sudah diketahui keberadaannya oleh masyarakat luas, namun keberadaan KTCI pada kehadiran perdana ini, tampil dengan kesiapsediaan dan penguasaan atas teknik olah raga yang akan segera mewabah ini.


Secara apik dan sistematis mereka memulai olah raga yang satu ini dengan puluhan teknik peregangan dan pemanasan yang sederhana namun begitu efektif untuk meredakan ketegangan-ketegangan otot di beberapa bagian tubuh pun kegelisahan pikiran. Hal ini terlihat dari ekspresi wajah beberapa orang yang sebelumnya sangat letih akibat beban pekerjaan, stres dan tekanan keadaan yang begitu tinggi pada masyarakat Jakarta umumnya.
Usai peregangan dan pemanasan para peserta terlihat segar dan bugar, termasuk beberapa pengunjung yang langsung berminat. Mereka pun turut larut melanjutkan teknik-teknik berikutnya yang disajikan. Selanjutnya dua orang fasilitator KTCI; Dewi Juniarti Psi. (psikolog dari UI) dan Didit Palgunadi S.Sos., berhasil menarik lepas tertawa peserta dan pengunjung dengan teknik lucu dan konyol yang dicontohkan. Mereka terpingkal-pingkal melakukan ‘teknik wajah terjelek’ mereka, ‘saling sapa sambil bertepuk tangan’, dan ‘bernyanyi dengan menggunakan bahasa tanpa makna’.
Luar biasa, tawa mereka yang renyah dan spontan itu berhasil menyebar dan membetot para pengunjung. Tak heran bila senyuman pun begitu mudah merekah di wajah mereka. Rupanya tertawa berkelompok itu sangat menular dan membahagiakan. Tertawa lepas telah melepas keluar stres terpendam mereka.
Sebelum acara berakhir, dr Made Aryawardhana (44) dari KTCI memberikan penyuluhan kesehatan seputar pentingnya minum air putih bagi tubuh. “Tubuh kita terdiri dari 70-80% cairan, maka mengkonsumsi air minimal 2 liter sehari akan menyehatkan tubuh, membersihkan tubuh dari berbagai racun. Konsumsi air yang cukup akan membantu mempertahankan daya tahan tubuh,” demikian sepenggal penjelasannya.
Satu jam tertawa pagi sudah lebih dari cukup untuk memulihkan kesehatan dan pikiran jernih. Siapa pun boleh ikutan. Coba saja… (dep)